Sejarah Candi Prambanan

ꦕꦟ꧀ꦝꦶꦥꦿꦩ꧀ꦧꦤꦤ꧀

Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan: ꦕꦟ꧀ꦝꦶꦥꦿꦩ꧀ꦧꦤꦤ꧀

Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya membangunnya pada abad ke-9 Masehi sebagai bentuk penghormatan terhadap Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Siwa. Candi ini juga menjadi simbol kejayaan Hindu dan upaya Wangsa Sanjaya untuk menyaingi kekuatan Wangsa Syailendra yang lebih dulu membangun Candi Borobudur sebagai lambang agama Buddha.

Prambanan berkembang pesat sebagai pusat kegiatan keagamaan dan budaya Hindu di Jawa. Arsitekturnya yang megah dan relief kisah Ramayana yang menghiasi dinding-dinding candi menjadi bukti kemajuan seni dan spiritualitas masa itu. Namun, setelah pusat kerajaan berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10, masyarakat mulai meninggalkan candi ini. Gempa bumi dan letusan Gunung Merapi juga menyebabkan kerusakan yang parah pada struktur bangunan.

Penjelajah Eropa menemukannya kembali pada akhir abad ke-18. Pemerintah kolonial Belanda lalu memulai proses pemugaran pada awal abad ke-20. Upaya pelestarian berlanjut hingga sekarang, termasuk oleh pemerintah Indonesia. Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Candi Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia karena nilai sejarah dan budayanya yang luar biasa.

Selain penting secara historis, Prambanan juga menyimpan legenda rakyat yang terkenal: kisah Rara Jonggrang. Dalam cerita ini, seorang putri cantik bernama Rara Jonggrang menolak lamaran Bandung Bondowoso. Ia memberi syarat membangun seribu candi dalam semalam. Bandung berhasil hampir menyelesaikannya dengan bantuan jin. Namun, Rara menggagalkan upaya itu. Marah atas pengkhianatan tersebut, Bandung mengutuk sang putri menjadi arca ke-1000. Banyak orang percaya bahwa arca Dewi Durga di Candi Siwa adalah wujud Rara Jonggrang.

Scroll to Top